Saturday, November 29, 2008

TIDAK DIBERKATI ATAU MALAS BERUSAHA ?

Manna Sorgawi – 9 September 2006


Amsal 24:30-34 - Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi. Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh. Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring," maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.


Didalam menanggapi keberhasilan atau kesuksesan dalam hidup ini kita sering mendengar komentar seperti, “Mereka memang keturunan orang kaya, nenek moyangnya saja sudah kaya dan berhasil, anak-cucunya pun pasti kaya dan berhasil,” atau “Saya memang sudah digariskan seperti ini, mana mungkin saya bisa berhasil,” atau “Saya jadi karyawan biasa saja sudah cukup, mustahil saya bisa punya usaha sendiri dan jadi boss.”
Sesungguhnya pemikiran-pemikiran seperti inilah yang akan membuat kita menjadi pasif, merasa puas dengan keadaan seperti sekarang ini sehingga kita tidak mau berusaha menjadi lebih maju lagi. Akhirnya, sementara orang lain sudah sampai ke “bulan”, berhasil dan diberkati, kita masih saja berkutat di tempat yang sama. Kisah sukses berikut kiranya membuka mata kita untuk melihat peluang-peluang sukses yang sebenarnya terletak pada kemauan kita.

Namanya Wildan. Ia pernah membuka bisnis pisang goreng di Lampung, namun akhirnya usaha itu bangkrut. Suatu sore ketika sudah tinggal di Jakarta, ia jalan-jalan dan mampir ke sebuah toko pisang goreng ternama. Lamanya antre menunggu giliran membeli pisang goreng, mengingatkannya kembali kepada bisnis pisang goreng yang dulu pernah dijalaninya. Ia mulai berpikir-pikir untuk kembali membuka usaha pisang goreng dengan konsep yang lebih modern dan rasa yang khas. Ia pun mulai melakukan riset kecil-kecilan dengan mencari lokasi strategis dan menyempurnakan resep pisang gorengnya. Tak lama kemudian ia pun resmi membuka gerai “Pisangku” yang menyediakan pisang goreng dengan bentuk kotak serta permukaan yang kering dan renyah. Sebagai perkenalan, Wildan tidak menyayangkan jika harus membagi-bagikan sampel pisang gorengnya kepada orang-orang. Hasilnya, mereka datang lagi dan memesan pisang gorengnya. Omzetnya sekarang bisa mencapai 10 juta rupiah per hari, padahal usahanya baru berjalan hampir tiga bulan. Kini Wildan sedang bergerak untuk mengembangkan bisnis pisang gorengnya ini dengan sistem waralaba.

Saudara, Tuhan tidak pernah menetapkan seseorang untuk hidup dalam kekurangan atau kemiskinan. Tuhan menghendaki agar hidup kita sukses dan diberkati, makanya Ia mengaruniaan akal budi dan kemampuan kepada kita. Percaya dan berharap kepada Tuhan tidak sama artinya dengan pasrah dan menunggu berkat itu datang dengan sendirinya. Kita harus berusaha dan melakukan sesuatu untuk hidup ini. Rasul Paulus berkata, “… jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” (2 Tes 3:10). Artinya jika seseorang malas atau tidak mau berusaha, janganlah ia mengharapkan mendapatkan sesuatu dalam hidupnya. Semua harus diusahakan, otak dan tangan harus difungsikan dan percayalah ketika manusia melakukan bagiannya dengan bekerja dan berusaha, maka Tuhan pun akan melakukan apa yang menjadi bagianNya dengan memberkati usaha serta pekerjaan kita.

DOA: Tuhan ampuni aku kalau hidupku terlalu santai dan malas berusaha sehingga aku tidak merasakan berkat-berkatMu. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata bijak: Lakukanlah bagianmu, dan Tuhan akan melakukan bagianNya.

No comments:

Doa Hari Jumat, 3 April 2026

Doa Hari Jumat, 3 April 2026  (Jumat Agung)  Mengenang Salib Agung Kristus Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Mahakudus...