
HANYA BISA TERIMA
Soe Hok Gie adalah tokoh muda penulis buku "Catatan Harian Seorang Demonstran". Ia meninggal dunia dalam usia 27 tahun di puncak Gunung Semeru. Riwayat hidupnya pernah dibukukan dan difilmkan. Dalam puisinya berjudul "Mandalawangi Pangrango", ia menulis demikian: "Hidup adalah soal keberanian, menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah."
Penulis: Ayub Yahya
18 November 2008
Yah, dalam hidup ini kerap kita tidak dapat memilih. Seumpama makanan, seolah-olah semuanya sudah disediakan dari "sononya". Kita hanya bisa "makan" tanpa protes. Kita, misalnya, tidak pernah memilih untuk terbaring sakit, melahirkan anak yang dengan kebutuhan khusus, menjalani kehidupan yang tidak kita inginkan. Kita hanya bisa menerimanya.
Pergumulan itu juga dialami Yeremia. Ia tidak pernah memilih menjadi nabi (Yeremia 20:7). Bahkan, sebetulnya ia ingin menolak jabatan itu. Namun kenyataannya, ia tak dapat mengelak (Yeremia 20:9). Keadaan itu membuatnya merasa tertekan dan terus didera peperangan batin. Sampai-sampai ia berkata, "Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku!" (Yeremia 20:14)
Ketika menghadapi situasi demikian, tak ada cara lain yang lebih tepat selain menerimanya dengan rela. Kalaupun kita terus memberontak, tidak akan ada gunanya; hanya melelahkan bahkan menambah masalah baru. Ketika kita tak dapat mengubah keadaan di luar, yang bisa kita lakukan adalah mengubah sikap dan pandangan kita terhadap keadaan itu. Kuncinya ada pada keyakinan bahwa hidup kita selalu dalam kendali kasih dan kuasa Tuhan.
BERDAMAI DENGAN KENYATAAN ITU INDAH.
--------------------------------------------------------------------------------
No comments:
Post a Comment