Friday, November 07, 2008

DISELAMATKAN UNTUK MELAYANI

Sudah 22 kali John Sala dipenjara; mulai dari kasus pencurian sampai pembunuhan. Namun, perjumpaannya dengan seorang pendeta penjara mengubah segalanya. John bertobat, menerima Kristus, dan bertumbuh. Selama di bui, ia mengikuti kursus Alkitab tertulis. Ketika masa tahanan selesai, ia keluar sambil sesumbar, “Saya tak akan kembali lagi ke sini!”
Namun, dugaannya keliru. Tuhan memanggilnya kembali ke penjara, tetapi kali ini lewat pelayanan penjara Little Lambs. Ia kembali bukan sebagai tahanan, melainkan sebagai hamba Tuhan—yang memperkenalkan kasih Allah kepada ribuan narapidana.

Orang yang telah Tuhan selamatkan, tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk Tuhan. Itulah prinsip pelayanan Paulus. Dalam jemaat Korintus, pelayanan Paulus disaingi oleh para guru palsu yang memikat jemaat dengan memamerkan segala karunia dan kebolehan diri mereka (ayat 12). Kelihatannya mereka melayani Tuhan, padahal mereka melayani diri sendiri. Paulus tidak mau ikut-ikutan. Ia tak mau membuktikan dirinya lebih hebat dengan tampil memikat. Pelayanannya dikendalikan oleh kasih Kristus, bukan ambisi pribadi. Paulus tidak mau mencuri kemuliaan Allah. Ia memandang dirinya sudah mati bagi ambisi pribadi. Ia hidup hanya untuk melayani Yesus yang telah menyelamatkan dirinya.

Banyak orang kristiani masih hidup untuk diri sendiri. Tak pernah berpikir untuk melayani Tuhan. Kalaupun ikut dalam pelayanan gerejawi, yang ditonjolkan adalah diri sendiri. Kita mesti belajar mati bagi diri sendiri. Kita diselamatkan bukan untuk enak-enakan, tetapi untuk melayani Tuhan.

ORANG YANG DIPERHAMBA DIRI SENDIRI TAK MUNGKIN BISA MENJADI HAMBA TUHAN.


Sumber: Renungan Harian
09 November 2008
Penulis: Juswantori Ichwan

No comments:

Doa Hari Jumat, 3 April 2026

Doa Hari Jumat, 3 April 2026  (Jumat Agung)  Mengenang Salib Agung Kristus Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Mahakudus...