Saturday, November 15, 2008

SANDIWARA KEADILAN

Oleh: Jonathan Parapak

Para pengamat, baik dalam maupun luar negeri, menyoroti sistem peradilan kita di Indonesia banyak diwarnai sandiwara keadilan. Perkara-perkara KKN digelar begitu marak tetapi banyak yang bebas tanpa syarat. Mereka yang diputus terhukum pun, belum tersentuh dan tetap saja bebas berkeliaran.
Orang kebanyakan pada umumnya tidak akan mau dan mampu mencari keadilan, karena katanya semuanya 'UUD' (ujung-ujungnya duit). Gambaran yang demikiankah yang membuat institusi penelitian asing menempatkan sistem peradilan kita hampir paling buruk? (Kompas 15 Juli 2002, mencatat angka 9.3 kalau sempurna buruk 10).

Rasanya bukan sistem peradilan kita saja, tetapi rasa keadilan kita banyak terusik. Nampaknya ada yang kebal hukum bagi mereka yang punya koneksi atau uang, tetapi yang kecil kadang tak berdaya. Bagi umat Kristiani, sandiwara keadilan atau ketidakadilan memang banyak dipaparkan dalam Alkitab. Lihat saja Yusuf yang dijebloskan ke dalam penjara, bukan karena ia bersalah, tetapi justru karena ia tidak ingin berbuat dosa. (Padahal kalau ia melayani istri tuannya, mungkin tidak ada yang tahu).

Tuhan Yesus sendiri mengalami sandiwara ketidakadilan, difitnah, dihukum, disalib walaupun tidak ditemukan kesalahan pada-Nya. Cara yang dipakai, kini juga kita buktikan, baik melalui pengerahan massa, maupun tekanan pada aparat penegak keadilan. Alkitab banyak berbicara keras tentang ketidakadilan seperti Yesaya 10:1-2: Celakalah mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil. Dan mereka yang mengeluarkan keputusan-keputusan kelaliman, untuk menghalang-halangi orang orang lemah mendapat keadilan. Mika 6:8: Apakah yang dituntut Tuhan dari padamu, selain berlaku adil mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati dihadapan Allah.

Kalau demikian, ke manakah kita mencari kebenaran dan keadilan? Dalam negara hukum yang demokratis, tentunya sebagai warga negara, semua berhak mendapatkan perlindungan hukum, mendambakan aparat hukum yang sungguh-sungguh berhati murni keadilan dan sistem hukum yang menjamin hak mendapatkan keadilan tanpa diskriminasi.

Alkitab menggambarkan kepada kita keadilan Allah yang selalu terkait dengan kasih Allah. Peristiwa kejatuhan manusia di Taman Eden, berakibat hukuman bagi manusia, tetapi diikuti oleh kasih yang berpengharapan untuk keselamatan. Tuhan Yesus datang, demi keadilan Allah, menderita, disalib, sebagai pengganti manusia yang seharusnya dihukum karena dosanya, namun kalau dia percaya, dia akan beroleh hidup yang kekal. Upah dosa telah dibayar. Kristus yang rela mengorbankan diri-Nya demi keadilan Allah. Pengurbanan-Nya adalah wujud kasih yang teramat besar bagi dunia ini, bagi siapa saja yang percaya. Bagi Allah, tidak ada sandiwara. Ia menyatakan keadilan-Nya dan kasih setia-Nya secara konsisten. Oleh karena itu untuk memperoleh keadilan yang sempurna, marilah kita datang pada Dia, Yesus Kristus Sang Juruselamat. *

--------------------------------------------------------------------------------

No comments:

Doa Hari Jumat, 3 April 2026

Doa Hari Jumat, 3 April 2026  (Jumat Agung)  Mengenang Salib Agung Kristus Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Mahakudus...