Tuesday, November 18, 2008

MAKANAN BUSUK


MAKANAN BUSUK



Dunia kita adalah dunia berita. Kabar bertebaran setiap hari. Lewat koran, tayangan televisi, situs internet, papan iklan, majalah, tabloid, dan penyampaian dari mulut ke mulut. Melalui kata, suara, gerak, gambar dan warna. Sayang, sedikit saja yang netral. Lebih banyak berita yang tersebar mengusung kepentingan-kepentingan dagang atau politik. Dan, masyarakat adalah sasarannya.

Sumber: Renungan Harian
Penulis: Pipi Agus Dhali
19 November 2008


Menjelang masuk ke Kanaan, umat Israel terpengaruh oleh kabar yang dibawa oleh para pengintai utusan Musa. Sebagian besar pengintai membawa kabar miring, sehingga umat menjadi takut. Berita yang mereka sampaikan bernada negatif dan umat menjadi korbannya. Ibarat makanan, mereka membawa "makanan busuk" yang bikin "diare". Umat Israel jadi resah, takut, panik, lalu memberontak. Syukurlah, di antara para pengintai itu ada Yosua dan Kaleb. Mereka tampil menyampaikan berita yang membesarkan hati. Menghantar "makanan sehat" dengan "gizi" iman yang tinggi. Mengajak umat untuk berpaling kepada Tuhan dan bersandar penuh kepada-Nya.

Penelitian di negeri kita membuktikan bahwa berita yang paling banyak dikonsumsi masyarakat saat ini adalah infotainment yang gencar "menjual" gosip kehidupan para selebriti. Kedua, sinetron yang berbau dunia gaib. Itukah "makanan" kita sehari-hari? Sebagai anak Tuhan, mari perhatikan "makanan berita" yang kita santap. Saringlah berita yang kita dengar dan baca. Cermatilah tayangan yang kita tonton. Jangan menyantap "makanan basi" berupa kabar busuk yang merusak iman dan moral. Utamakan untuk menyantap "kabar baik" (Injil) sebagai "nutrisi bergizi" bagi jiwa kita.

KESEHATAN IMAN KITA TERGANTUNG PADA "MAKANAN" YANG KITA BERIKAN KEPADA JIWA KITA.
--------------------------------------------------------------------------------

No comments:

Doa Hari Jumat, 3 April 2026

Doa Hari Jumat, 3 April 2026  (Jumat Agung)  Mengenang Salib Agung Kristus Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Mahakudus...