Tom
Riddle, salah satu tokoh jahat dalam serial Harry Potter, sebenarnya adalah
pribadi yang rapuh. Ia sangat jahat karena memendam kepahitan sejak masa
kanak-kanak. Ia dendam pada sang ayah yang meninggalkannya sewaktu masih dalam kandungan
ibunya. Didorong oleh dendam kesumat itu, ia mencari tahu keberadaan ayahnya
dan, sewaktu menemukannya, tak segan membunuhnya. Ia tidak memiliki cinta untuk mengalahkan
dendam dan kebencian yang terus membara di dalam hatinya. Kejahatan dan
kekejian menyelubunginya sampai ia tewas dalam ambisinya untuk menguasai dunia.
Kita
lebih mudah menyimpan dendam membara akibat perlakuan orang yang kita anggap
tidak adil. Sebaliknya, kita sulit mengingat kebaikan yang pernah orang berikan
bagi kita. Beribu kebaikan serasa tak berarti lagi gara-gara suatu pelanggaran
yang terjadi. Satu kesalahan bisa menghancurkan segalanya, menjerat kita dalam kekejian.
Tetapi,
jika kita memiliki kasih yang Tuhan karuniakan kepada orang percaya, kita bisa
mengalahkan sakit hati dan kepahitan yang menghampiri kita. Nas hari ini
mengatakan bahwa kasih itu tidak pemarah. Artinya, orang yang memiliki kasih
tidak akan mudah naik darah. Kasih juga tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Kita berusaha menyelesaikan masalah secepat mungkin dan melupakan kesalahan
orang lain. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kelemahlembutan dan
pengampunan. Kalaupun orang itu belum menyadari kesalahannya dan meminta maaf,
kita sudah lebih dulu mengampuninya. --Istiasih /Renungan Harian
TIDAK
ADA ORANG YANG TERLALU MISKIN
SEHINGGA
TIDAK MAMPU MEMBERIKAN CINTA.
Kasih
itu... tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (1 Korintus
13:5b)
.
.

No comments:
Post a Comment