Perkataan bijak dari Raja
Salomo : "Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri-hati membusukkan
tulang". - Amsal 14:30
IRI-HATI
Yang perlu dijelaskan disini
mengenai karakteristik iri-hati adalah munculnya keenganan melihat kekayaan dan
kemajuan orang lain. Iri-hati bersifat merusak ke dalam diri karena akan
memunculkan perasaan dengki dan nafsu-nafsu jahat. Perasaan iri-hati ,
melahirkan penderitaan di sini dan saat ini. Bila belenggu iri tak diputuskan
ia akan terbawa sampai ke liang kubur.
Perasaan iri juga mendatangkan
akibat buruk bagi objek yang di-iri-kan. Minimal dunia yang dipenuhi dengan
banyaknya orang bersifat iri akan membuat tempat ini menjadi tempat yang tak
nyaman untuk ditinggali.
Orang yang iri merasa benci
melihat kemajuan dan kebahagiaan pihak lain. Jadi karakteristik iri-hati adalah
munculnya perasaan tidak suka melihat kesejahteraan orang lain. Ia tak suka
melihat orang lain lebih maju, dipromosikan pada kedudukan lebih tinggi di
kantornya, tampan atau cantik serta lebih sukses. Otomatis orang yang dipenuhi
perasaan iri terlebih dulu menderita dibanding objeknya.
Perasaan iri memicu munculnya
tindakan jahat atau buruk. Bagi seseorang yang memiliki kekuatan atau kekuasaan
akan mencari segala cara untuk menjatuhkan orang yang ia iri-kan. Dengan melakukan
cara-cara ini orang yang ia iri-kan ada kemungkinan akan melakukan tindakan
balasan pada suatu saat. Meski orang yang ia iri-kan tak melakukan tindakan
balasan, si iri-hati tetap menuai penderitaan dalam kehidupan kini dan sampai
mati.
Sifat iri membuat orang semakin menderita. Membuat
orang semakin terbakar. Bukankah perasaan ini justru menyuburkan tumbuhnya
karma buruk? Dalam Culakammavibhanga Sutta tertulis orang yang sering memupuk perasaan iri akan lahir
baru dengan tubuh lemah dan hanya memiliki sedikit pelayan.
Lihatlah dunia kita saat ini.
Ada laki-laki atau perempuan yang tak ingin mendengar
apapun tentang kekayaan, kecerdasan, keberuntungan atau kesejahteraan orang lain.
Karena takut iri hati.
:

No comments:
Post a Comment