Yesus berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka,
sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Lalu mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
(Lukas 23:34)
DISALAHPAHAMI
Istri saya menderita skizofrenia. Ia
berhalunasi bahwa saya melakukan banyak dosa yang menyakiti hatinya, dan ia
menceritakannya kepada banyak orang. Saya tidak melakukan perbuatan yang ia tuduhkan,
namun orang yang mendengar ceritanya memercayainya. Sorot mata mereka mendakwa
saya selaku orang yang bersalah. Itu terjadi sebelum penyakit istri saya
terdeteksi.
Kristus juga disalahpahami. Orang banyak
mendakwaNya dengan berbagai tuduhan, padahal Dia sama sekali tidak bersalah.
Orang pun menangkap dan menyalibkanNya di Bukit Golgota, tempat eksekusi para
penjahat kelas kakap. Kristus disejajarkan dengan penjahat besar karena kesalahpahaman.
Kristus memahaminya sehingga Dia berkata, "Mereka tidak tahu apa yang
mereka perbuat." Kristus tidak menuntut mereka agar sadar, lalu meminta
maaf kepadaNya. Sebaliknya, Kristus berlapang hati untuk mengampuni mereka.
Meskipun demikian, kesalahpahaman itu tidak berakhir, malah makin parah. Mereka
menantang dan mengolok-olok Kristus untuk menyelamatkan diriNya.
Setelah orang tahu istri saya sakit, tidak ada
yang datang meminta maaf pada saya. Saya belajar kepada Kristus, dan berdoa,
"Tuhan, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Setelah berdoa demikian, hati saya teduh. Tidak ada yang perlu dipersalahkan.
Istri saya tidak bersalah karena ia sakit; mereka yang salah paham juga tidak
bersalah karena tidak menyadarinya. Saya justru bersyukur karena dapat belajar
untuk mengampuni ketika disalahpahami. --Jap Sutedja /Renungan Harian
(27-02-2014)
(27-02-2014)
KITA MENGAMPUNI
KESALAHPAHAMAN ORANG LAIN
KARENA KRISTUS
TELAH MENGAMPUNI KESALAHPAHAMAN KITA.
--

No comments:
Post a Comment