Pelajaran
Mengenai KEBENCIAN
Seorang
anak laki-laki mencurahkan perasaannya kepada ayahnya tentang kebenciannya
kepada seorang temannya.
Ayah: Maafkan saja dia, hilangkan kebencianmu!
Sang ayah menasehatinya.
Anak: Nggak bisa dong Yah, setelah apa yang dia lakukan
padaku, keenakan dia kalau aku berhenti membencinya!!
Sang anak menyanggah nasihat ayahnya.
Ayah: Ok, sekarang tidurlah. Besok
pagi ada yang harus kita kerjakan!
Pagi hari ayah sudah menyiapkan sekarung kerikil yang digantung
di pintu pagar belakang.
Ayah: Coba kamu bayangkan karung ini sebagai perwujudan
temanmu. Kemudian pusatkan kebencianmu pada kepalan tanganmu. Tinjulah sekeras
& sebanyak mungkin karung ini!
Sang anak menuruti perintah ayahnya. Hanya tiga kali pukulan
dia merasa tangannya sakit.
Anak: Sakit Yah.
Sambil
mengusap & meniup kepalan tangannya yang mulai memar & lecet.
Ayah: Apakah
teman yang kaubenci di sana merasakan sakit seperti yang kauderita saat ini?
Anak: Tentu
tidak dong Yah.
Ayah: Begitulah
yang terjadi pada hatimu anakku. Kebencianmu hanya
menyakiti hatimu sendiri. Teman yang kaubenci tidak akan menderita melebihi
deritamu. Bahkan bilamanapun kau memukulnya, derita yang dia rasakan tidak akan
melebihi derita hatimu. Mungkin dia luka oleh pukulanmu, namun luka luarnya
akan cepat sembuh, sedangkan kebencianmu tidak akan berkurang bahkan semakin
besar menguasai hatimu. Itulah juga yang terjadi saat ada seseorang membencimu.
Kebenciannya tidak akan membuatmu menderita melebihi penderitaannya.
Oleh sebab
itu, saudaraku...
Kasihanilah
orang yg membencimu...
Bebaskan dirimu dari rasa kebencian...
Maka hidupmu akan jauh lebih tenang, damai dan bahagia.
§

No comments:
Post a Comment