oleh: Samuel Akhihary, S.Si. – TeoL
Tuhan Yesus memerintahkan, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” (Matius 7:12)
Ketika Aku mengirimkan padamu seorang teman, Aku tidak memberikan seseorang yang sempurna karena engkau pun tak sempurna. Aku mempertemukanmu dengan teman-teman yang sama denganmu, sehingga kalian dapat saling mengisi, berbagi dan bertumbuh bersama.
Jika kamu memancing ikan, ketika ikan itu terikat di mata kail, hendaklah angkat dan jagalah ia dengan baik. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia begitu saja ... karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu. Begitulah juga dalam kehidupan. Janganlah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang, bila memang rasa itu tak pernah ada.
Ketika kamu menyukai seseorang dan ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu bisa menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja. Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.
Jika kamu mendadah air, biarlah berpada. Jangan mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh, tetapi cukupkan sebatas apa yang kamu perlukan. Karena bila sekali ia retak, akan sukar bagimu untuk menjadikannya kembali seperti semula. Akhirnya kamu akan kecewa dan ia akan dibuang. Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya. Janganlah kamu terlalu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah ia manusia biasa. Sehinga apabila sekali ia melakukan kesilapan maka akan lebih mudah bagi kamu untuk menerima ketidak sempurnaannya dan memaafkannya. Berbagilah kasih, berusahalah saling menerima dan peliharalah sifat mudah memaafkan, dengan demikian persahabatan menjadi lebih indah.
Jika kamu memiliki sepinggan nasi yang pasti baik, putih dan sehat untuk dirimu; mengapa kamu harus berlengah dan mecoba mencari makanan yang lain? Begitu juga ketika kamu bertemu dengan seseorang yang membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu dengan tulus dan sepenuh hati, mengapa kamu harus berlengah dan mencoba membandingkannya dengan yang lain? Ingatlah, jangan pernah mengejar kesempurnaan, karena kelak, kamu akan kehilangan yang terbaik yang sudah kamu raih dan kamu akan menyesal.
Ya Tuhan, terima kasih atas bisikan indahMu. Aku mohon ya Tuhan, ketika aku menyukai seorang teman, tolong ingatkan aku bahwa di dunia ini tak akan pernah ada sesuatu yang abadi. Pada masanya, segala sesuatu itu pasti akan berakhir. Sehingga ketika seseorang meninggalkanku, aku akan tetap kuat dan tegar karena aku bersama Yang Tak Pernah Berakhir, yaitu cintaMu, ya Tuhan ...
Orang bijak berucap:
Mencintai seseorang adalah keharusan
Dicintai seseorang adalah kebahagiaan
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya.
Tuhan Yesus memerintahkan, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” (Matius 7:12)
Ketika Aku mengirimkan padamu seorang teman, Aku tidak memberikan seseorang yang sempurna karena engkau pun tak sempurna. Aku mempertemukanmu dengan teman-teman yang sama denganmu, sehingga kalian dapat saling mengisi, berbagi dan bertumbuh bersama.
Jika kamu memancing ikan, ketika ikan itu terikat di mata kail, hendaklah angkat dan jagalah ia dengan baik. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia begitu saja ... karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu. Begitulah juga dalam kehidupan. Janganlah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang, bila memang rasa itu tak pernah ada.
Ketika kamu menyukai seseorang dan ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu bisa menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja. Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat.
Jika kamu mendadah air, biarlah berpada. Jangan mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh, tetapi cukupkan sebatas apa yang kamu perlukan. Karena bila sekali ia retak, akan sukar bagimu untuk menjadikannya kembali seperti semula. Akhirnya kamu akan kecewa dan ia akan dibuang. Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya. Janganlah kamu terlalu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah ia manusia biasa. Sehinga apabila sekali ia melakukan kesilapan maka akan lebih mudah bagi kamu untuk menerima ketidak sempurnaannya dan memaafkannya. Berbagilah kasih, berusahalah saling menerima dan peliharalah sifat mudah memaafkan, dengan demikian persahabatan menjadi lebih indah.
Jika kamu memiliki sepinggan nasi yang pasti baik, putih dan sehat untuk dirimu; mengapa kamu harus berlengah dan mecoba mencari makanan yang lain? Begitu juga ketika kamu bertemu dengan seseorang yang membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu dengan tulus dan sepenuh hati, mengapa kamu harus berlengah dan mencoba membandingkannya dengan yang lain? Ingatlah, jangan pernah mengejar kesempurnaan, karena kelak, kamu akan kehilangan yang terbaik yang sudah kamu raih dan kamu akan menyesal.
Ya Tuhan, terima kasih atas bisikan indahMu. Aku mohon ya Tuhan, ketika aku menyukai seorang teman, tolong ingatkan aku bahwa di dunia ini tak akan pernah ada sesuatu yang abadi. Pada masanya, segala sesuatu itu pasti akan berakhir. Sehingga ketika seseorang meninggalkanku, aku akan tetap kuat dan tegar karena aku bersama Yang Tak Pernah Berakhir, yaitu cintaMu, ya Tuhan ...
Orang bijak berucap:
Mencintai seseorang adalah keharusan
Dicintai seseorang adalah kebahagiaan
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya.
No comments:
Post a Comment