Saturday, November 17, 2007

APAKAH HIDUP UNTUK MAKAN

Seringkali ada orang yang menanyakan untuk apa kamu hidup, apa tujuan kamu hidup? Pertanyaan-pertanyaan itu seringkali terlontar walaupun diketahui bahwa masing-masing kita mau berperan di dunia ini, mempunyai arti di dunia ini. Tetapi pertanyaan itu sering mengganggu, karena sulit mengungkapkan apa sebenarnya makna hidup itu.



Jadi makna hidup adalah suatu arti atau tujuan mengapa manusia ada, Tuhan menciptakan manusia pasti ada tujuannya (Kej 1:26-28)

1) Kej 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

2) Kej 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

3) Kej 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”


Secara umum manusia itu ada di bumi untuk memerintah atau menguasai segala isi alam semesta ini, yaitu ciptaan Tuhan dan yang lainnya. Kehadiran manusia adalah suatu kehadiran yang disengaja, direncanakan oleh Tuhan.

Tuhan tidak dengan tidak sengaja menciptakan manusia karena penciptaannya itu direncanakan, maka dituliskan di Kej 1:26, baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. Artinya memang ada suatu unsur pertimbangan dan perencanaan.

Rencananya adalah Tuhan menciptakan seluruh alam semesta ini dan Tuhan mau manusia menjadi wakil atau duta-Nya yang mengelola dan memerintah apa yang ada di alam semesta ini, Inilah tujuan umum manusia ada di bumi ini.

Standar atau kriteria penciptaan manusia adalah hal yang sangat khusus, yang juga menandakan betapa spesialnya dan berharganya manusia itu. Semua ciptaan, diciptakan Tuhan melalui perkataan-Nya, tapi hanya satu ciptaan yang diciptakan oleh tangan Tuhan yaitu manusia.

Kejadian 1-2 berfirmanlah Tuhan, misalnya terjadilah terang, atau terjadilah bentangan, terjadilah hewan, terjadilah tumbuh-tumbuhan, matahari, bulan dan bintang semua diciptakan hanya dengan firman Tuhan.
Tapi manusia diciptakan dengan tangan Tuhan, bukan tangan yang benar-benar secara fisik, tapi Alkitab mencatat hal itu untuk menunjukkan betapa khususnya manusia, sehingga Tuhan perlu mendesainnya dengan tangan-Nya sendiri.

Alkitab menuliskan bahwa Tuhan menghembuskan nafas kehidupan ke dalam manusia, itulah yang menghidupkan manusia. Jadi benar-benar nafas itu merefleksikan Roh Allah, Tuhan memberikan Roh-Nya yang menghidupkan manusia. Suatu kriteria yang sangat mulia, sangat khusus.

Makna Hidup Manusia adalah:
- Untuk menjadi wakil Allah di bumi ini
- Untuk bersekutu dengan Tuhan
- Untuk memerintah segala isi bumi atau alam semesta ini
- Untuk menikmati semua karya ciptaan Tuhan.

Menikmati hewan, tumbuh-tumbuhan, pepohonan, hawa udara, pegunungan, pemandangan.


Jika seseorang kehilangan makna hidup, yang pertama kali terluka adalah kesehatan jiwanya, dia tidak lagi mempunyai suatu keseimbangan hidup, hidupnya akan seperti daun yang tertiup oleh angin.

Tidak semua manusia selalu pasti dengan tujuan hidupnya, adakalanya bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depan matanya dan adakalanya tidak dapat melihat dengan jelas karena hidup ini memang tidaklah dalam kendali manusia.

Perjalanan hidup manusia seperti perjalanan melalui siang dan malam. Pada siang hari dapat melihat dengan jelas apa yang ada di depan matanya, jarak jauh pun bisa melihatnya. Pada waktu malam mungkin hanya bisa melihat 2-3 meter ke depan. Pada waktu malam itulah, akhirnya manusia seringkali merasakan bahwa tidak ada lagi makna hidup ini karena tidak bisa melihat dengan jelas.

Firman Tuhan pada Kej 1:28 adalah: Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Artinya manusia dapat mendayagunakan ciptaan-ciptaan Tuhan untuk kesejahteraan hidupnya, seperti bekerja dan kemajuan teknologi juga merupakan salah satu perwujudannya.

Karena dengan kemajuan teknologi manusia makin bisa mengatur, mendayagunakan hasil alam semesta. Dulu manusia belum mengerti apa gunanya misalnya hasil tambang, minyak dan sebagainya. Dengan kemajuan teknologi, manusia lebih bisa menikmati hidup dan ini sejalan dengan yang Tuhan inginkan dan yang telah Dia gariskan.

Sudah tentu yang tidak Dia inginkan adalah merusak ciptaan-Nya dan menyembah ciptaan-Nya, tetapi mendayagunakan untuk kesejahteraan hidup manusia, itu yang Tuhan inginkan. Jadi silakan eksplorasi, silakan majukan pengetahuan demi kesejahteraan hidup manusia karena itulah yang memang Tuhan gariskan.

Makna manusia bergeser setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, manusia tidak lagi memerintah alam semesta dan hasilnya atau isinya. Manusia mengeksploitasi karena keserakahannya dan akhirnya terselewengkanlah makna hidup yang Tuhan telah tetapkan pada awalnya.

Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan merencanakan penyelamatan atas hidup manusia. Dia akhirnya turun ke bumi menjadi seorang Anak Manusia yang kita panggil Yesus Kristus, kematian dan penebusan-Nya itulah yang telah membayar semua hukuman dosa yang harus ditanggung manusia.

Tujuan hidup yang lain setelah karya penebusan Tuhan Yesus adalah = Kis 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Dengan kata lain setelah karya penebusan, Tuhan Yesus meminta manusia untuk menjadi wakil Tuhan di bumi ini untuk membawa berita baik. Berita baik ini harus disampaikan kepada orang-orang lain secara kontektualisasi dalam budaya local masing-masing.

Jadi makna hidup manusia Kristen adalah sebagai utusan Tuhan yang menceritakan perbuatan-perbuatan yang sudah Tuhan lakukan di dalam hidup manusia secara kontektualisasi dalam budaya local supaya akhirnya semua manusia dapat mempercayai bahwa Yesus telah mati untuk dosa-dosa mereka dan mereka pun bisa menikmati suatu kehidupan yang kekal dengan Tuhan nanti.
Tujuan hidup harus disampaikan kepada orang lain sehingga akhirnya mereka tidak hanya hidup untuk sekedar melewati hidup tetapi mereka hidup dengan suatu tujuan yang jelas, yaitu memuliakan Tuhan dan menggenapi karya keselamatan Tuhan bagi orang-orang lain karena manusia adalah duta-duta atau wakil-wakil Tuhan di bumi ini.


Jawaban atas makna hidup manusia mencerminkan apakah orang itu mengetahui atau tidak makna hidupnya sendiri. Hal ini bisa diajarkan kepada generasi selanjutnya sejak kecil sehingga pada waktu mereka mulai menginjak dewasa, mereka sudah mempunyai kejelasan mengapa mereka ada dalam hidup ini.

Banyak orang sering bertanya seperti pertanyaan berikut:
* Hidup untuk makan atau makan untuk hidup
*Kerja untuk hidup atau hidup untuk kerja.

Sebenarnya sarana dan tujuan tidak boleh terbalik, manusia makan untuk hidup. Bahwa makan menjadi sarana, hidup itu adalah tujuannya. Tetapi kalau hidup untuk makan berarti makan adalah tujuannya, sementara hidup adalah sarananya dan
itu yang keliru.
Alkitab memberikan suatu pengertian yang setahap lebih tinggi dari itu.

Mazmur 63:3 (63-4) “Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.”


Di kutip dari acara TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga) dari Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK) bersama Gunawan Santoso dan Bp Pdt. Dr. Paul Gunadi, beliau adalah seorang pakar dalam bidang konseling serta dosen di Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang.

No comments:

Doa Hari Jumat, 3 April 2026

Doa Hari Jumat, 3 April 2026  (Jumat Agung)  Mengenang Salib Agung Kristus Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Mahakudus...