Barangsiapa memakai istilah DOA dan kegiatan DOA untuk mengisi ambisi pribadi, ini adalah orang yang egois, belum pernah dia tahu, apa itu DOA, dan dia belum BERDOA.
DOA berarti MENGAKU KEDAULATAN Allah.
DOA berarti MENGABDIKAN diri dibawah KUASA-NYA.
DOA berarti MENGAKU DIA mempunyai KEDAULATAN KETUHANAN yang diatas diri saya.
Saya yang menjadi ciptaan yang harus patuh diri kepada DIA.
Itulah DOA.
Tetapi barangsiapa yang waktu berdoa:
oh Tuhan, Tuhan, coba kasihkan saya ini, kasihkan saya itu, kasihkan saya in dengan mengutarakan segala ambisi yang liar dan egoisme, orang ini adalah orang yang memperalat Allah, kelihatan doanya ngotot, belum mengerti doa dan belum pernah berdoa.
DOA tidak berarti menguasai Tuhan.
DOA tidak berarti mau merubah Tuhan.
DOA tidak berarti mau menjadi DIRI Tuhan.
Tetapi DOA:
Doa yang tidak mengenal apa itu DOA, selalu menjadikan diri Subjek dan Allah adalah Objek: aku sekarang berdoa kepada-Mu, berikan aku ini, berikan aku itu, nyatakan kuasa-Mu, Engkau Maha Kuasa, tapi sekarang saya kuasai Engkau.
Tuhan tidak mau diperintah oleh manusia.
Engkau ciptaan. Dia Pencipta.
DOA tidak merubah Allah.
Karena Allah tidak pernah berubah.
DOA adalah merubah diri supaya sesuai KEHENDAK ALLAH yang tidak berubah.
(Pdt. Stephen Tong)
No comments:
Post a Comment