22 Okt 2019
*Allah Menghargai Kelembutan*
“Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah” 1 Petrus 3:4
Allah tidak menghargai barang-barang mahal di dunia ini – emas, perak, tanah, barang-barang berharga dan mahkota. Apa arti semua harta benda ini bagi Allah? Allah tidak menggubris semua kemegahan dan kebesaran bangsa-bangsa di dunia, sebaliknya roh yang lemah lembut dan tenang sangatlah dihargai Allah. Kebanyakan kata-kata yang terdaftar sebagai buah Roh Kudus (Gal. 5:22-23) adalah kata yang sama dengan kelemah-lembutan. Inilah anugerah-anugerah sekandung – kasih, sukacita, damai-sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri.
Nafsu emosi dan amarah adalah buah-buah kedagingan, buah kejahatan dalam hati. Tuhan memandang kelembutan sebagai semangat paling berani dan istimewa. “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota” (Ams 16:32). Jika anda pikir anda tidak sanggup memberikan pelayanan besar bagi Allah, pertimbangkanlah untuk menguasai roh anda dengan anugerah kelembutan ini. Inilah perbuatan yang lebih perkasa dan lebih terhormat di mata Allah daripada jika anda berhasil menaklukkan satu kota! Apakah anda berhasrat untuk hidup berpadanan dengan panggilan anda? Hendaklah anda selalu lemah lembut (Ef. 4:1-2)! Orang yang lemah lembut tidak akan bertengkar seperti manusia lainnya; mereka suka menutup mulut dan menikmati tingkat hidup mereka dengan tentram di bumi ini, walaupun cuma sedikit.
Orang yang lemah lembut lebih menarik. Jika anda mempekerjakan pelayan, bukankah anda lebih menyukai orang yang lemah lembut dan tenang? Jika seorang laki-laki sedang mencari istri, kualitas penting pertama yang dicarinya adalah jiwa yang lemah lembut; tanpa itu, biarpun banyak tabiat baik lainnya, sering kali dia ditolak. Jika anda sedang bepergian, bukankah anda lebih memilih tinggal di penginapan dengan pemilik dan pelayan-pelayan yang tenang? Apapun perlakuan salah yang dihadapi orang lembut di dunia ini, ia mengadukan perkaranya kepada Allah, dan menjaga ketenangan hatinya, dan ini menjadikan Allah tertarik dengan perkaranya. Sekali Allah tertarik dengan kasus anda, sangatlah mungkin anda akan cukup berhasil!
Jeremiah Burroughs (1600-1646), The Saints’ Happiness, hlm. 74-77.
#pengetahuanrohani

No comments:
Post a Comment