TAK DILUPAKAN
Seorang ibu membawa anaknya ke Bandung, namun kemudian ia meninggalkan anak itu di tempat umum. Mengapa ia tega melakukannya?
Menurut pengakuannya, ia sudah tidak sanggup lagi merawat anak yang sakit parah karena menderita maag akut. Anak itu sudah dibawa ke
rumah sakit, namun tak kunjung sembuh. Si ibu lalu nekad membawanya ke Bandung dengan niat hendak membuang anak itu. Ibu itu mengatakan, tidak peduli lagi kepada anaknya karena si anak selalu menyusahkan hidupnya. Betapa sakit hati si anak itu jika mengetahui sikap ibunya itu.
Daud juga merasakan betapa sakit hatinya ketika orangtuanya melupakannya. Hal ini terjadi ketika Isai, ayahnya, lebih membanggakan ketujuh anaknya yang lain untuk diperkenalkan kepada nabi Samuel, sementara Daud justru dilupakannya (1 Sam. 16:11). Kita tentu bisa membayangkan betapa pedih perasaan seorang anak yang diperlakukan demikian oleh orangtua kandungnya sendiri. Tertolak dan dilupakan Daud mengungkapkan kepedihan itu kepada Allahnya, dan pengalaman pahit itu kemudian menyingkapkan penerimaan dan kasih Allah: bahwa Allah selalu menyambut dan memedulikan dirinya (Mazmur 27:10).
Tidak sedikit orang menjadi sakit hati dan tidak mampu mengampuni karena perasaan tertolak yang dialaminya. Pengalaman Daud menunjukkan bahwa Tuhan, Sang Kasih, tidak pernah sedetik pun´melupakan umat-Nya. Penerimaan Tuhan menjadikan Daud seorang yang
tetap mengasihi dan mengampuni keluarga yang melupakannya. Bagaimana dengan kita? --Samuel Yudi S /Renungan Harian
TUHAN MENYAMBUT KITA SEBAGAI ANAK-ANAK-NYA
MESKIPUN ORANG YANG TERDEKAT DENGAN KITA TELAH MELUPAKAN KITA.
Sumber: Renungan Harian
Penulis: Samuel Yudi S

No comments:
Post a Comment