Kaisar Menelik II adalah
pemimpin besar dalam sejarah Afrika dan dikenal sebagai bapak modernisasi Ethiopia.
Namun, konon ia memiliki kebiasaan yang ganjil: setiap kali sakit ia memakan
beberapa lembar halaman Alkitab! Menelik sangat percaya lembaran Kitab Suci
dapat menyembuhkan penyakitnya. Hingga suatu hari pada Desember 1913, ia sakit
parah. Kali ini ia merobek seluruh pasal kitab Raja-Raja dan memakannya.
Hasilnya? Ia meninggal!
Kita mungkin tidak bertindak
seekstrem Menelik, namun kita sering memiliki kecenderungan yang sama. Banyak
orang Kristen memperlakukan firman Tuhan seperti jimat yang dapat mengubah keadaan
secara instan dan, parahnya, menurut cara yang mereka inginkan! Saya pernah mendapati
orang yang menyimpan salib kecil dengan gulungan kertas berisi ayat Alkitab di
dalam dompetnya. "Untuk membawa keberuntungan, " katanya. Bukannya
mempelajari firman Tuhan agar hidup mereka
diubahkan, mereka mencuplik firman itu sesuka hati menjadi "mantra"
atas hal-hal yang mereka kehendaki.
Firman Tuhan berfungsi
menerangi dan memberi pengertian bagi hidup kita. Melalui firman, motivasi hati
kita diluruskan, karakter kita dibentuk, dan kita dapat mengenal Tuhan semakin
dalam. Hidup kita perlu diselaraskan atas firmanNya, bukan sebaliknya, kita
mencuplik firman lalu memaksakannya agar sesuai dengan keinginan kita. Ya, firman Tuhan bukan "mantra" yang
dapat kita gunakan semau-mau kita. Apakah
kita sudah memperlakukan firmanNya dengan sepatutnya?
FIRMAN TUHAN BERKUASA MENGUBAH HIDUP
KITA MENURUT KEHENDAK-NYA,
BUKAN MENURUT KEHENDAK KITA.
Sumber: Hendro Saputro /Renungan Harian
.
.

No comments:
Post a Comment