Friday, October 10, 2008

DOKTRIN SALAH, HIDUP SALAH

2Petrus 2:10-16

10. terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,




11. padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.

12. Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,

13. dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.

14. Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!

15. Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

16. Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu
Doktrin yang salah akan menghasilkan kehidupan yang salah juga.

^^^^^^^^^^
Inilah yang disorot Petrus dari kehidupan para guru palsu. Pengajaran yang sesat akan terlihat dalam cara hidup yang sesat (band. Mat. 7:15-20).

Ada dua ciri utama kehidupan para guru palsu.
Pertama, hidup dalam kesombongan atas kebenaran diri mereka. Mereka berani menghina pemerintahan Allah (ayat 10a) dan tidak segan menghujat kemuliaan/makhluk mulia (ayat 10b, merujuk kepada malaikat-malaikat baik). Bahkan Petrus mengontraskan keangkuhan para guru palsu ini dengan kelembutan malaikat-malaikat baik yang sebenarnya jauh lebih kuat dan berkuasa dari mereka (ayat 11, band. Yud. 8-10 yang konteksnya juga tentang guru palsu). Para guru palsu itu tak ubahnya seperti binatang yang tidak berakal (ayat 12). Binatang lebih memakai nalurinya daripada pikirannya, demikian juga para guru palsu itu lebih mengikuti naluri dosa mereka daripada dikontrol oleh kebenaran sejati.
Kedua, hidup para guru palsu dikuasai oleh nafsu terhadap kesenangan dunia seperti pesta pora dan perzinahan (ayat 13-14). Bahkan mereka melatih hati mereka dalam keserakahan (ayat 14). Kata melatih ini mempunyai arti asli 'melatih seperti latihan atletik yang penuh disiplin.' Betapa mengerikannya pola pikir dan cara hidup mereka! Perbuatan mereka seperti Bileam (Bil. 22-25) yang menempuh jalan kebinasaan (ayat 15, band. Bil. 22:32). Pikiran Bileam dipenuhi keserakahan dan nafsu untuk kepuasan dirinya semata. Akhirnya adalah kebinasaan dan penghukuman (ayat 12-13).

Hidup di dunia yang penuh dengan pengumbaran hawa nafsu dan kenikmatan sementara membuat orang yang lemah jadi mudah jatuh (ayat 14). Kita diperingatkan untuk tidak meninggalkan "jalan yang benar" (ayat 15), yaitu yang sesuai dengan pengajaran firman Tuhan yang murni. Marilah tetap teguh dalam kebenaran (ayat 1:12) dan melatih diri dalam kekudusan sehingga "kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya" (ayat 3:14).
Doktrin yang benar harus menghasilkan kehidupan yang mulia.

Dikutip dari Santapan Harian.

No comments:

Doa Hari Jumat, 3 April 2026

Doa Hari Jumat, 3 April 2026  (Jumat Agung)  Mengenang Salib Agung Kristus Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Mahakudus...