Tuesday, July 01, 2008

TIDAK BERPIKIR NEGATIF

BACAAN INJIL – Matius 7:1-5;
Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

INSPIRASI BATIN
Suatu ketika ada seorang pemabuk terkapar di pinggir jalan. Ia tidak menyangka bahwa di tempat di mana ia berbaring ada segumpal kotoran ayam tergeletak di situ. Kotoran itu secara otomatis teroles di ujung hidungnya. Ketika merasa kuat, si pemabuk itu bangun melanjutkan perjalanan. Setibanya di rumah sang isteri menyajikan hidangan makan malam baginya. Apa yang terjadi?
Hidangan makan malam itu batal disantapnya karena semua menu yang ada beraroma kotoran ayam. Sontak saja si pemabuk itu marah-marah. Sang isteri menjadi korban beragam jurus tendangan dan kepalan tinjunya. Cek dan rechek, ternyata asal-muasal aroma itu terletak di ujung hidung si pemabuk itu.

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, si pemabuk kisah tadi begitu cepat menghakimi isterinya. Ia telah menganggap isterinya bersalah padahal letak kesalahan itu ada pada dirinya sendiri. Sayangnya, ia tidak sempat melihat kesalahan atau kekeliruan pada dirinya tetapi justru pada diri orang lain.

Pengalaman yang sama seringkali tak luput dari praktek hidup kita sehari-hari. Acap kali kita begitu cepat menghakimi orang lain, menuding orang lain, melihat keburukan atau kekurangan orang lain, berpikir negatif tentang orang lain tanpa mengoreksi diri kita sendiri. Kita cenderung menganggap diri kita lebih benar daripada orang lain. Corak hidup semacam inilah yang ditentang Yesus dalam perkataan-Nya, "Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau lihat?" [Matius 7:3]. Yesus menghendaki agar balok dari mata kita sendiri dikeluarkan terlebih dahulu, maka kita akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbat di mata saudara kita [Matius 7:5]. Artinya, kita tak boleh mempunyai prasangka buruk atau pikiran negatif tentang orang lain, tidak cepat menghakimi orang lain tanpa mengoreksi diri kita sendiri terlebih dahulu. Sebaiknya kitalah yang terlebih dahulu menata diri kita dengan baik.

Doa:
Ya Yesus, buatlah aku menjadi orang yang tahu mengatur diriku, agar tidak cepat mempersalahkan orang lain. Amin.

Niatku:
Aku akan merubah kesalahan yang kulakukan, dan akan mengatur diriku dengan sebaik-baiknya.

Save:
BERPIKIRLAH POSITIF TENTANG ORANG LAIN, SERAYA MEMPERBAIKI KEKURANGAN YANG ADA DALAM DIRI KITA.

Tuhan memberkati!
.

No comments:

Doa Hari Jumat, 3 April 2026

Doa Hari Jumat, 3 April 2026  (Jumat Agung)  Mengenang Salib Agung Kristus Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Mahakudus...