Thursday, January 14, 2016

Renungan Sore : Jumat 15 Januari 2016

Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa,
tetapi kasih karunia dan kebenaran
datang oleh Yesus Kristus.
Yohanes 1:17

Sobat,

Jika hukum Taurat adalah peraturan dan kebijakan sempurna dari Allah untuk di taati manusia agar tidak berjalan menuju kebinasaan, maka kasih Yesus adalah karunia yang menyelamatkan, karena tak seorangpun yang mampu, hanya Yesus satu2nya yang mampu menggenapi hukum Taurat, maka hanya Dia pula yang dapat memberi keselamatan serta kekuatan bagi orang percaya untuk tetap hidup dalam keselamatan.


Hukum Taurat adalah penuntun agar kita dapat bertemu dengan Yesus Kristus; dan kasih Yesus memampukan kita berjalan didalam kebenaran.
Selamat sore dan
sekali Yesus tetap Yesus.
God bless you all.



 



TAHU dan Kepribadian







Jenis-jenis kepribadian seseorang bisa dinilai dari caranya makan tahu lho.

KONSERVATIF:
Gigit tahu, baru gigit cabe.

PROGRESIF:
Gigit cabe dulu, baru gigit tahu.

SPEKULATIF:
Begitu nemu cabe langsung main gigit dgn harapan di dekat situ pasti ada tahu.

IMAJINATIF:
Belum gigit cabe sudah merasa kepedesan.

OPTIMIS:
Yakin tahu akan segera muncul, sambil menunggu ngemil cabe dulu.

PERMISIF:
Tahu dan cabenya dicomot orang, diem saja.

MASOKIS:
Gigit cabe 10 biji kagak pake tahu.

OBSESIF-KOMPULSIF:
Sebelum makan dihitung dulu biar yakin jumlah tahunya sama dengan jumlah cabenya.

MANIPULATIF:
Dekatin tukang tahu biar dapet gratisan.

KORUPTIF
Makan tahu lima cuma bayar satu.

DRAMATIS:
Habis makan tahu pake cabe nangis histeris kepedesan, trus ngesot sambil meratap ke dispenser air.

EKSIBISIONIS:
Sebelum makan bilang ke orang sebelah, "Lihat nih gue mau makan tahu pake cabe".

KAPITALIS:
Tahunya dimakan, cabenya ditanem supaya nanti kalau tumbuh bisa dijual, duitnya buat beli tahu.

FANATIK:
Kalo ketemu orang yg makan tahunya beda, ga pake cabe, langsung mengamuk

KRITIS:
Nanya, "kenapa sih kita harus makan tahu pake cabe bukan pake rhemason? Kan sama pedesnya?"

MELANKOLIS:
Udah gigit cabe, eh pas mau gigit tahunya kesenggol orang. Tahunya jatuh...... nangis.....

SOSIALIS:
Kalo makan tahu semua teman2nya dibeliin.

INDIVIDUALISTIS :
Kalo makan tahu sembunyi2, kalo ada yang nanya bilangnya cuma bawa cabe aja.

POLITIS :
Kalo saya menikmati satu tahu pun, gantung saya di pohon cabe...

SKEPTIS:
Selalu ragu kalo mau beli tahu, karena pasti temen makannya itu cabe yg saat ini harganya selangit .

APATIS:
Mau makan cabe dengan tahu atau tidak,# ITU BUKAN URUSAN SAYA

SADIS:
Makan tahu terus cabenya disosotin ke mulut orang lain..

PRAGMATIS:
Ada tahu di meja, langsung diembat tanpa berpikir dalam tahu itu ada cabenya atau ngga..

OPORTUNIS:
Setiap tukang gorengan meleng, tahunya diembat..

TRAGIS: lagi makan tahu kelindas gerobak cabe.

SKEPTIS: mau makan tahu aja mikir, apakah selalu harus pakai cabe.

ARTIS: makan tahu pake cabe aja ngundang wartawan infotainment.

FILOSOFIS:
Jika itu tahu, lalu siapa aku?

NARSISTIS: sebelum makan tahu dan cabe selfie dulu.

SCIENTIST:
Jika luas permukaan tahu 4cm2 dan dimakan dalam 2x gigitan, berapa butir cabe diperlukan?

HEDONIS :
Beli tahu banyak2, trus dibuang2in..

AGAMIS :
Sebelum makan tahu baca doa dulu..

ANTAGONIS :
Tukang tahunya diajakin gelut, gak mau bayar setoran

ROMANTIS :
Makan tahu nya satu digigit bedua. Beda tipis ama pedit

ISIS : Tukang tahunya di bom..

 

Didikan Etika Tata Krama Berasal Dari Rumah





 
Didikan Etika Tata Krama Berasal Dari Rumah
Anak-anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama dan sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh, disenangi dan disegani banyak orang.
Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah,
tapi juga tidak canggung makan di warteg kaki lima.


Mereka sanggup membeli barang barang mewah,
tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan.

Mereka biasa berpergian naik pesawat,
tapi juga santai saja saat harus naik angkot kemana-mana.

Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan,
tapi juga mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.

Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja,
tapi mampu juga bercanda lepas bertemu teman sekolah.

Mereka nggak norak pas ketemu orang kaya,
tapi juga nggak merendahkan orang yang lebih miskin darinya.

Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi,
tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah
kualitas dan kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.

Mereka berpunya, tapi tidak teriak kemana-mana.

Kerendahan hati yang membuat orang lain respect dengan dirinya.


Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan dan etika tata krama.
Hal-hal sederhana tentang kesantunan seperti :
  • Pamit saat pergi dari rumah.
  • Permisi saat masuk ke rumah teman (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang-orang yang ada di rumah itu).
  • Kembalikan pinjaman uang sekecil apapun.
  • Berani minta maaf saat ada kesalahan.
  • Tahu berterima kasih bila dibantu sekecil apapun.
Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu memualkan buanget!!

Bersyukurlah,
bukan karena kita terlahir di dalam keluarga yang kaya atau cukup.

Bersyukurlah kalau kita terlahir di dalam keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan.

Karena hal itu jauh lebih mahal daripada sekedar uang.
Semoga bermanfaat.




 



Doa Hari Jumat, 3 April 2026

Doa Hari Jumat, 3 April 2026  (Jumat Agung)  Mengenang Salib Agung Kristus Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Mahakudus...